Last Minute Offers
(Jun 20, 2011)
Menginap di Patuha Resort, GRATIS masuk Kawah Putih. Contact us for further information. Book Now
   |    (Jun 20, 2011)
Paket Wisata Bandung Selatan / Ciwidey, hubungi : 022-7278341, info@westjavaecotourism.com untuk keterangan lebih lanjut. Book Now
   |   
ribbon

Download E-Brochure

 

 

 

 

DOWNLOAD

ribbon

Adventure Package


Full day Adventure.. Only for those who have guts!!!

call (022) 7278341, 61006009, 085314131238

Read more...

How to get in touch

tourismwestjava@yahoo.com

(022) 7278341

08112271646

(022) 61006009

085314131238

Objek Wisata

Outdoor Activity

PDF Print E-mail

feel the difference of our Adventurous Package... you demand, we provide!!

for details please contact :

Ganjar   :  0853 141312 38

Cepy     : 02261006009

Marketing Office : 0227278341

 

1. Gathering Package

 

 

 

Countryside Destinations

PDF Print E-mail

tropicDuis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis dolore te feugait nulla facilisi. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis dolore te feugait nulla facilisi.

 

Kawah Putih

PDF Print E-mail

kawah putih

Kawah Putih terletak pada ketinggian 2434 m dpl, konfigurasi lapangan umumnya landai sampai berbukit. Suhu udara sekitar 8 – 22 C. sumber air yang ada tergantung musim hujan. Kelembaban 90%, sedangkan curah hujan tahunan tercatat antara 3743 – 4043 mm/tahun.

 

 

Potensi Wilayah

Wana wisata ini merupakan wisata harian yang memiliki pemandangan alam berupa hutan alam dan kawah gunung berapi. Kegiatan yang dapat dilakukan di wilayah kawah putih adalah lintas alam, mendaki gunung, hunting foto, pre-wedding dll.
Tumbuhan yang terdapat pada wana wisata ini yaitu : alang – alang, saliara, kingkilaban, kirinyuh, puspa, kayu putih, cemara dan rasamala.

Binatang yang terdapat di wana wisata ini yaitu : sanca, burung hantu, surili

kawah putih

kawah putih

kawah putih

kawah putih

kawah putih

kawah putih

Dalam perjalanan menuju ke Kawah Putih, anda akan disuguhi pemandangan ini :

ciwidey

ciwidey

 

Potensi Wisata

Gunung Patuha oleh masyarakat Ciwidey dianggap sebagai gunung yang tertua. Namun Patuha konon berasal dari kota Pak Tua (sepuh), sehingga masyarakat setempat seringkali menyebutnya dengannama Gunung Sepuh. Lebioh dari seabad yang lalu, puncak Gunung Patuha dianggap anker oleh masyarakat setempat sehingga tak seorangpun berani menginjaknya. Oleh karena itu, keberadaan dan keindahannya pada saat tersebut tidak sempat diketahui orang.

Atas dasar beberapa keterangan, Gunung Patuha pernah meletus pada abad X sehingga menyebabkan adanya Kawah (crater) yang mengeringkan di sebelah puncak bagian barat. Kemudian pada abad XII kawah di sebelah kirinya meletus pula, yang kemudian membentuk danau yang indah.

Tahun 1837, seorang Belanda peranakan Jerman bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864) mengadakan perjalanan ke daerah Bandung Selatan. Ketika sampai di kawasan tersebut, Junghuhn merasakan suasana yang sangat sunyi dan sepi, tak seekor binatangpun yang melintasi daerah itu. Ia kemudian menanyakan masalah ini kepada masyarakat setempat, dan menurut masyarakat; kawasan Gunung Patuha sangat angker karena merupakan tempat bersemayamnya arwah para leluhur serta merupakan pusat kerajaan bangsa jin. Karenanya bila ada burung yang lancang berani terbang di atas kawasan tersebut, akan jatuh dan mati. Meskipun demikian, orang Belanda yang satu ini tidak begitu percaya akan ucapan masyarakat. Ia kemudian melanjutkan perjalanannya menembus hutan belantara di gunung itu untuk membuktikan kejadian apa yang sebenarnya terjadi di kawasan tersebut. Namun sebelum sampai di puncak gunung, Junghuhn tertegun menyaksikan pesona alam yang begitu indah di hadapannya, dimana terhampar sebuah danau yang cukup luas dengan air berwarna putih kehijauan. Dari dalam danau itu keluar semburan lava serta bau belerang yang menusuk hidung. Dan terjawablah sudah mengapa burung-burung tidak mau terbang melintasi kawasan tersebut.

Dari sinilah awal mula berdirinya pabrik belerang Kawah Putih dengan sebutan di jaman Belanda : Zwavel Ontgining Kawah Putih. Di jaman Jepang, usaha pabrik ini dilanjutkan dengan menggunakan sebutan Kawah Putih kenzanka Yokoya Ciwidey, dan langsung berada di bawah pengawasan militer.

Cerita dan misteri tentang Kawah Putih terus berkembang dari satu generasi masyarakat ke generasi masyarakat berikutnya. Hingga kini mereka masih percaya bahwa Kawah Putih merupakan tempat berkumpulnya roh para leluhur. Bahkan menurut kuncen Abah Karna yang sekarang berumur ± 105 tahun dan bertempat tinggal di Kampung Pasir Hoe, Desa Sugih Mukti; di Kawah putih terdapat makam para leluhur, diantaranya : Eyang Jaga Satru, Eyang Rangsa Sadana, Eyang Camat, Eyang Ngabai, Eyang Barabak, Eyang Baskom dan Eyang Jambrong. Salah satu puncak Gunung Patuha, Puncak Kapuk, dipercaya sebagai tempat rapat para leluhur yang dipimpin oleh Eyang Jaga Satru. Di tempat ini masyarakat sesekali melihat (secara gaib) sekumpulan domba berbulu putih (domba lukutan) yang dipercaya sebagai penjelmaan dari para leluhur.

Alam pemandangan di sekitar Kawah Putih cukup indah; dengan air danau berwarna putih kehijauan, sangat kontras dengan batu kapur putih yang mengitari danau tersebut. Di sebelah utara danau berdiri tegak tebing batu kapur berwarna kelabu yang ditumbuhi lumut dan berbagai tumbuhan lainnya.

Franz Wilhem Junghuhn kini sudah lama tiada, namun penemunya yang dikenal dengan nama Kawah Putih masih tetap anggun mempesona sampai saat ini.

Perum Perhutani mengembangkan WW Kawah Putih sejak 1991.

Aksesibilitas

Keadaan jalan pada umumnya baik dan beraspal sehingga dapat dicapai dengan kendaraan dua maupun roda empat. Jarak tempuh dari Bandung 47 km.


Potensi Wilayah

Wana wisata ini merupakan wisata harian yang memiliki pemandangan alam berupa hutan alam dan kawah gunung berapi. Wisata harian yang dapat dilakukan adalah lintas alam dan mendaki gununng.

Tumbuhan yang terdapat pada wana wisata ini yaitu : alang – alang, saliara, kingkilaban, kirinyuh, puspa, kayu putih, cemara dan rasamala.

Binatang yang terdapat di wana wisata ini yaitu : sanca, burung hantu, surili

 

Potensi Wisata

Gunung Patuha oleh masyarakat Ciwidey dianggap sebagai gunung yang tertua. Namun Patuha konon berasal dari kota Pak Tua (sepuh), sehingga masyarakat setempat seringkali menyebutnya dengannama Gunung Sepuh. Lebioh dari seabad yang lalu, puncak Gunung Patuha dianggap anker oleh masyarakat setempat sehingga tak seorangpun berani menginjaknya. Oleh karena itu, keberadaan dan keindahannya pada saat tersebut tidak sempat diketahui orang.

Atas dasar beberapa keterangan, Gunung Patuha pernah meletus pada abad X sehingga menyebabkan adanya Kawah (crater) yang mengeringkan di sebelah puncak bagian barat. Kemudian pada abad XII kawah di sebelah kirinya meletus pula, yang kemudian membentuk danau yang indah.

Tahun 1837, seorang Belanda peranakan Jerman bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864) mengadakan perjalanan ke daerah Bandung Selatan. Ketika sampai di kawasan tersebut, Junghuhn merasakan suasana yang sangat sunyi dan sepi, tak seekor binatangpun yang melintasi daerah itu. Ia kemudian menanyakan masalah ini kepada masyarakat setempat, dan menurut masyarakat; kawasan Gunung Patuha sangat angker karena merupakan tempat bersemayamnya arwah para leluhur serta merupakan pusat kerajaan bangsa jin. Karenanya bila ada burung yang lancang berani terbang di atas kawasan tersebut, akan jatuh dan mati. Meskipun demikian, orang Belanda yang satu ini tidak begitu percaya akan ucapan masyarakat. Ia kemudian melanjutkan perjalanannya menembus hutan belantara di gunung itu untuk membuktikan kejadian apa yang sebenarnya terjadi di kawasan tersebut. Namun sebelum sampai di puncak gunung, Junghuhn tertegun menyaksikan pesona alam yang begitu indah di hadapannya, dimana terhampar sebuah danau yang cukup luas dengan air berwarna putih kehijauan. Dari dalam danau itu keluar semburan lava serta bau belerang yang menusuk hidung. Dan terjawablah sudah mengapa burung-burung tidak mau terbang melintasi kawasan tersebut.

Dari sinilah awal mula berdirinya pabrik belerang Kawah Putih dengan sebutan di jaman Belanda : Zwavel Ontgining Kawah Putih. Di jaman Jepang, usaha pabrik ini dilanjutkan dengan menggunakan sebutan Kawah Putih kenzanka Yokoya Ciwidey, dan langsung berada di bawah pengawasan militer.

Cerita dan misteri tentang Kawah Putih terus berkembang dari satu generasi masyarakat ke generasi masyarakat berikutnya. Hingga kini mereka masih percaya bahwa Kawah Putih merupakan tempat berkumpulnya roh para leluhur. Bahkan menurut kuncen Abah Karna yang sekarang berumur ± 105 tahun dan bertempat tinggal di Kampung Pasir Hoe, Desa Sugih Mukti; di Kawah putih terdapat makam para leluhur, diantaranya : Eyang Jaga Satru, Eyang Rangsa Sadana, Eyang Camat, Eyang Ngabai, Eyang Barabak, Eyang Baskom dan Eyang Jambrong. Salah satu puncak Gunung Patuha, Puncak Kapuk, dipercaya sebagai tempat rapat para leluhur yang dipimpin oleh Eyang Jaga Satru. Di tempat ini masyarakat sesekali melihat (secara gaib) sekumpulan domba berbulu putih (domba lukutan) yang dipercaya sebagai penjelmaan dari para leluhur.

Alam pemandangan di sekitar Kawah Putih cukup indah; dengan air danau berwarna putih kehijauan, sangat kontras dengan batu kapur putih yang mengitari danau tersebut. Di sebelah utara danau berdiri tegak tebing batu kapur berwarna kelabu yang ditumbuhi lumut dan berbagai tumbuhan lainnya.

Franz Wilhem Junghuhn kini sudah lama tiada, namun penemunya yang dikenal dengan nama Kawah Putih masih tetap anggun mempesona sampai saat ini.

Perum Perhutani mengembangkan WW Kawah Putih sejak 1991.

Aksesibilitas

Keadaan jalan pada umumnya baik dan beraspal sehingga dapat dicapai dengan kendaraan dua maupun roda empat. Jarak tempuh dari Bandung 47 km.


 

Patuha Resort

PDF Print E-mail

Patuha Resort (PPAW) merupakan salah satu resort eksklusif di kaki gunung
Patuha. Terletak di Desa Tunggul Baru Kecamatan Ciwidey Bandung diantara
lereng pegunungan dengan udara sejuk dan pemandangan yang sangat indah.
Dapat dijangkau dengan mudah selama 1 jam dari Kota Bandung, 4 jam dari
Jakarta lewat Cipulrang. Patuha Resort merupakan pilihan yang sangat tepat
untuk Anda yang mendambakan suasana alami dalam kegiatan bisnis seperti
rapat, pendidikan, pelatihan, olah raga, dan kegiatan lainnya, atau hanya
sekedar beristirahat menghilangkan rasa jenuh.
patuha
patuha
patuha
patuha

Dilengkapi fasilitas dengan arsitektur dan bangunan yang sangat harmoni

dengan lingkungan alamnya terdapat 12 kamar pondokan yang dapat

menampung 48 orang menyajikan viewing point yang bisa digunakan

untuk menikmati keindahan panorama alam sekitar. Kami juga memiliki

fasilitas greenhouse dan kebun strawberry yang bisa anda nikmati

kesegaran buahnya dengan cara petik sendiri atau kami dapat

membantu mengolahnya menjadi juice yang menyehatkan.

 

Cilember

PDF Print E-mail

Cepy     (022)61006009
Ganjar   0853 141312 38
Irva        08122358645

 

Curug Cilember dikenal juga dengan Curug 7
Cilember merupakan kawasan wisata alam
yang mengusung konsep ekowisata. Kawasan
wisata alam ini menyajikan keindahan, kesejukan
dan hijaunya hutan hujan tropis dengan daya
tarik utama berupa 7 (tujuh) buah curug.
Kawasan yang berada di kawasan perbukitan 

Hambalang tepatnya di Desa Jogjogan
Kecamatan Cisarua ini, hanya berjarak ±25 km
dari kota Bogor dan ±100 km dari kota Jakarta
dan dapat ditempuh dengan kendaraan sepeda
motor, mobil, micro bus dan medium bus.

Di dalam kawasan wisata alam yang memiliki
ketinggian 700m dpa dengan suhu 15° - 25° C
ini, kita dapat menjelajahi dan menikmati
keindahan dan sejuknya tujuh buah air terjun
yang berada pada ketinggian berbeda dengan
melintasi jalan setapak diantara rindangnya
vegetasi hutan hujan tropis, menjadikan sebuah
petualangan dan pengalaman menarik dan unik
dalam hidup kita. Selain itu kita juga dapat
mempelajari atau sekedar mengenal dan
menyaksikan kecantikan 12 species satwa
Kupu-Kupu yang berada dalam sebuah taman
penangkaran.

Penangkaran Kupu-Kupu

 

Cottage

 

Camping Ground

 

Waterfall

 

How to get there

 

 

Bagi yang ingin bermalam tersedia akomodasi
berupa Jungle Lodge dengan pemandangan
menghadap ke air terjun, sungai dan hutan. Suara
gemericik air terjun dan sungai serta suara daun
pinus yang diterpa angin senantiasa menemani
keheningan tidur kita, memberikan sensasi
tersendiri dan menjadikan suatu pengalaman
baru ditengah rutinitas dan kesibukan kita sehari
-hari. Pilihan lainnya adalah bermalam dalam
tenda (camping) yang dapat dipasang di beberapa
lokasi camping ground sesuai pilihan dan
keinginan kita. Bagi yang ingin melakukan rapat 

kecil tersedia akomodasi berupa aula/meeting
room berkapasitas 20 (dua puluh) orang.
Disamping kegiatan wisata harian (rekreasi) dan
wisata bermalam (jungle lodge dan tenda),
kita dapat melakukan kegiatan-kegiatan di alam
terbuka (outdoor activity program) lainnya,
seperti ; pendidikan / pengenalan lingkungan dan
konservasi alam (eco-edu), outbound & gathering
(low impact, high impact, extrim impact),
jungle trakking, shooting film, fotografi,
foto hoby, foto preweding dan sebagainya..

 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2
top